Mahasiswa, seperti namanya saja sudah berbeda dengan siswa padahal tugas utamanya sama yaitu meuntut ilmu. Namun apa istimewanya mahasiswa sampai ada awalan “Maha”? menurut saya yang membuat mahasiswa menjadi spesial karena mahasiswa mengemban tugas dan harapan khusus dari masyarakat luas yaitu sebagai penerus bangsa dan agent of change.Mahasiswa yang berilmu tinggi dan wawasan luas di harapkan membawa suatu perubahan positif terhadap masyarakat. Memang berat tugas mahasiswa yaa tapi namanya juga spesial kan.

Bagaimana cara mahasiswa sebagai agent of change membawa angin segar untuk masyarakat? Cara yang paling efektif menurut saya dengan berinovasi dan mulai berkreatifitas. Bukan hal yang mudah memang namun bukan juga hal yang sulit.

Ada lima level kreatifitas dari mulai yang paling rendah hingga yang paling tinggi, yaitu kreatif eksistensial, Kreatif yang menciptakan sesuatu dari yang belum ada menjadi ada.  Kreatif Komunikasi yaitu sebuah tingkatan kreatifitas yang lebih tinggi dari kreatif eksistensial. Kreatif Instrumental yaitu sebuah kreatifitas dalam menggunakkan suatu alat, misalnya menggunakan komputer untuk seorang grafik desainer menciptakan desain baru. Kreatif orientasional, yaitu tingkatan kreatif dimana membuat tingkatan kreatif yang sebelumnya mejadi berguna bagi masyarakat. Yang terakhir yaitu kreatif inovasional yaitu menciptakan lagi suatu kreatifitas yang baru.

Zaman yang semakin maju ini dapat mempermudah mahasiswa dimanapun untuk berinovasi dan berkreatifitas, macam-macam kesempatan mahasiswa untuk berinovasi dan berkreatifitas

Teknologi internet yang membuat semua orang bisa mengetahui kabar dan berita dari belahan bumi sebaliknya. Seperti di bahas di dalam buku The World is Flat yang mengupas tentang globalisasi  dunia kini memasuki fase tatanan datar, yang memunculkan daya khayal dalam pandangan maya bahwa dunia tak lagi bulat.Dengan adanya bantuan  kecepatan, kemudahan dan ke praktisan internet membuat peluang mahasiswa untuk lebih mengeluarkan sisi kreatif dan berinovasi akan semakin gampang. Mahasiswa kini tidak harus membaca buku yang tebal-tebal , mencari teori-teori di dalam buku yang berlembar-lembar dan menyatat ulang tulisan yang di anggap penting, dengan adanya internet kini mahasiswa cukup mendownload e-book yang jauh lebih praktis dari buku konvensional. Waktu yang di hemat untuk memahami teori akan semakin singkat sehingga mahasiswa bisa memiliki waktu yang lebih untuk berimajinasi, mengeluarkan kreativitas dan berinovasi. Teknologi internet juga memungkinkan bagi mahasiswa untuk saling berkomunikasi dengan mahasiswa dan individu selain mahasiswa dengan jarak yang jauh. Bertukar informasi dan ilmu antara benua bisa dilakukan hanya dengan sepersekian detik. selain bertukar ilmu dan informasi, jika jeli internet bisa di jadikan lahan untuk mengkomersilkan inovasi dan kreatifitas mahasiswa.

Toleransi masyarakat atas ilmu pengetahuan dan seni yang makin terbuka. Hal-hal yang di anggap tabu dulu, kini sudah bisa di terima oleh masyarakat luas. Dari perubahan pakem ini mahasiswa kini berkesempatan untuk bebas bereksperimen untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berguna.Selain menciptakan sesuatu yang baru, toleransi dimasyarakat kini bisa di manfaatkan mahasiswa untuk mengeksplor inovasi atau teori yang sudah di temukan di zaman dulu dengan menginformasikan ke masyarakat luas dengan atau tanpa pembaruan.

Makin banyak wadah-wadah yang menampung dan mengasah kreatifitas. Di beberapa universitas kini telah banyak di jumpai mata kuliah yang berhubungan dengan kreatifitas. Dimana mahasiswa di bimbing untuk makin mengasah kreatifitas dan tidak segan memulai berinovasi. Contohnya di SBM ITB ada kuliah Creativity and Innovation

Seperti yang saya kemukakan sebelumnya bahwa menjadi agent of change bukanlah hal yang sulit namun tidak mungkin di lakukan. Apa sih yang sebenarnya menjadi penghalang mahasiswa untuk berinovasi dan berkreatifitas

Bisikan Setan yang mengajak menjadi pemalas pasti akan selalu ada di setiap kesempatan baik apapun. Dari setan diciptakan, mereka sudah di tugaskan untuk menggangu manusia. Rasa malas mahasiswa untuk berbuat banyak dan berfikir apalagi mewujudkan ide-ide yang mereka punyai. Seringkali mahasiswa telah memiliki ide bagus, namun ide itu tidak  berubah menjadi hal yang nyata di karenakan rasa malas untuk mencoba dan menerima kegagalan sebagai proses pewujudan ide kreatif. Zaman yang sudah serba canggih dan instan seperti sekarang ini juga menjadikan mahasiswa manja dan merasa sudah berkecukupan sehingga tidak berfikiran untuk melakukan dan menciptakan sesuatu yang inovatif dan kreatif

Masalah yang banyak  dialami mahasiswa saat akan berkreatifitas dan memulai menghasilkan inovasi adalah kurang percaya diri atas kemampuan diri. Malu untuk mengutarakan dan memperlihatkan hasil pekerjaan kepada orang lain dan terlalu takut mendapat respon negatif  juga penghambat mahasiswa dalam berkreatifitas dan berinovasi.

Menjadi mahasiswa pastilah di sibukkan dengan tugas kuliah dan pergaulan sosial, sampai terkadang waktu istirahat di korbankan. Pengaturan waktu yang kurang baik juga faktor penghambat mahasiswa menjadi kreatif dan berinovasi. Tidak seimbangnya proporsi antara tugas dan bermain mengakibatkan banyak waktu yang terbuang percuma,padahal waktu yang terbuang itu bisa di gunakan untuk berinovasi.

Nah untuk menghadapi penghalang-penghalang itu saya menganjurkan untuk

Berkompetisi

Kebanyakan mahasiswa (Jiwa anak muda) suka berkompetisi, jika pemerintah atau lembaga yang berkait meperbanyak kompetisi di bidang kreatifitas dan inovasi bisa menyulut mahasiswa menjadi kreatif dan berinovasi

Percaya Diri

Menjadi mahasiswa merupakan tahap awal dari perjalanan hidup. gunakanlah sebijak nya, buatlah diri berguna bagi orang sekitar

 

Advertisements